Senin, 10 Maret 2014

BERHADAPAN DENGAN MASALAH

Jangan Bersedih, jika Anda berhadapan Dengan Masalah, Justru Seharusnya Anda Kuat menanggungnya dan Tetap Bersabar


"Wahai Sang Waktu, jika engkau memiliki sesuatu yang tercecer di mana pun yang dapat membawa kebajikan, maka izinkanlah aku mendapatknanya. "

Kesabaran akan menghilangkan kecemasan dan membuahkan ketenangan. Orang yang tidak suka rela memperlihatkan kesabaran akan terpaksa menerima suatu kondisi ya riil. 
Al-Mutanabbi berkata,

"Waktu telah menyiramiku dengan berbagai kesulitan, 
sehingga panah-panah yang menancap di kepalaku menjadi pelindung,
kalau sekarang aku tertembak sebatang panah,
mata panahnya akan masuk membelah panah lainnya,
Sekarang aku hidup tanpa peduli dengan kesulitan
karena aku tak mendapat manfaat apapun dengan memperdulikannya" 


Jangan Bersedih, jika Seseorang Tidak Mau Membantu Anda

Jika anda dapat menahan diri untuk tidak mengemis kepada orang lain dan anda bisa mencegah keringat penghinaan mengalir di wajah anda, maka sebuah gubuk atau sebuah tenda kain menjadi lebih baik bagi anda dibandingkan dengan sebuah rumah yang luas dengan tamannya yang indah, karena ketika itu anda hanya akan memabwa kecemasan dan ketidaktenangan.

Ujian itu ibarat penyakit, ia harus terus berjalan menapaki jalurnya sebelum ia berlalu, dan orang yang uring-uringan selalu berusaha untuk menghilangkannya, tapi seringkali masalah menyebabkan ujian semakin membesar dan meningkat.

Dianjurkan bagi orang yang terkena musibah untuk bersabar. Dia harus mengunggu dengan harapan mendapat kemudahan dan jalan keluar dan ia pun harus terus khusyuk dalam doa-doanya.

"Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Yusuf[12]:87)

Rabu, 14 Maret 2012

Merenung Sejenak

           Jangan bersedih hati,karena ketika Anda mengalami kesedihan kemarin, situasi Anda tidak bertambah baik dengan kesedihan hari ini. Misalnya, Ayah atau Ibu anda meninggal  sehingga anda sangat terpukul ,tetapi ternyata kesedihan tidak dapat membuatnya hidup kembali????
Kemudian ,Anda misalnya Rugi dalam berusaha sehingga anda merasakan kesedihan yang luar biasa. Namun, apakah kesedihan itu bisa mengubah kerugian menjadi keuntungan?
Anda menjadi murung karena sesuatu yang dikatakan oleh musuh anda,lalu anda menanggapinya dengan kesedihan,maka secara tidak sadar anda telah membantu mereka untuk menyerang diri sendiri. Anda merengut karena menyangka akan ditimpa suatu malapetaka,padahal kenyataannya hal itu tidak pernah terjadi.
Jangan bersedih hati,karena kesedihan menyebabkan anda menganggap racun ketika melihat segelas air yang bening, menganggap kaktus ketika melihat tanaman yang elok.
Jangan bersedih hati,karena anda telah mempunyai dua mata, dua telinga, dua tangan,dua kaki,bibir, lidah, hati, kedamaian,keselamatan,dan tubuh yang sehat.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.” (ar-Rahman[55]:13)

Jangan bersedih hati,karena anda memiliki agama yang haq untuk hidup bersama-Nya, rumah untuk ditinggali, nasi untuk dimakan, air untuk diminum, baju untuk dipakai, suami atau istri untuk mencurahkan kasihsayang, lalu mengapa anda harus bersikap melankolis????

Rabu, 23 November 2011

APRESIASI PENGERTIAN


Manusia memang banyak perbedaanya, dan jika tidak bisa mengerti itu yang ada hanya perbedaan, dan kesenjangan sosial. Selain itu juga watak seseorang yang berbeda-beda. Butuh pengertian yang ekstra lebih. Tak mudah mengapresiasikan sabar itu, memang sabaR itu kebanyakan anggap hanya teori yang tidak bisa dilakukan dengan baik. Tapi justru jika orang mau merubah segalanya dengan ikhlas,memberi kasih sayang kepada orang lain,, dan saling memberi kepada yang saling membutuhkan ,justru itu yang membuat kita bisa melewati fase sabar.

Kedewasaan tak terbatas oleh usia, secara tidak langsung manusia itu bisa menjalani hidupnya itupun dia bisa dianggap berhasil di dalam fase kedewasaan. Bagaimana dia mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik.
Yang kita lakukan sekarang adalah bagaimana membuat orang terdekat kita itu mampu merasa senang dengan keberadaan kita. Baik dari tutur kata maupun tingkah laku.
Bagi yang sudah merasa dewasa belum tentu mampu memahami sifat dan watak orang lain. Dan bagi pimpinan pun itu juga tak luput dari kesalahan sampai mana mereka bisa mengayomi anak buahnya dari segala macam perbedaan.


Mungkin benar kata pepatah "Orang yang banyak bicara biasanya bodoh". Dari pepatah itu kita bisa mengartikan masing-masing makna pepatah itu.
Yang terpenting juga kita harus bisa menempatkan diri dimana kita berada, dengan siapa kita berhadapan dan selalu rendah hati.Daripada menyakiti hati orang lain lebih baik kita diam. karena diam juga bagian dari kepedulian.

Selain itu juga toleransi. toleransi memang hal yang sangat umum dibutuhkan dan merupakan suatu kebutuhan.Sampai mana kita mengapresiasikan  toleransi itu, apa hanya cukupp dengan bertanya "kamu kenapa?" atau bahkan sekedar menoleh lalu diam?.
Dan sudah saatnya belajar dari kesalahan, memang kalau hanya membicarakan kesalahan dan kejelekan orang lain memang tiada habisnya...


Lebih baik bercermin pada diri sendiri, sudah baik kah kita dilingkungan sekitar?bagaimana komunikasi dengan lingkungan sekitar? dan bagaimana cara kita berorganisai? dan tentunya bercermin seberapa banyak kebaikan yang sudah kita lakukan untuk lingkungan !
Jika ada seseorang yang berbuat kesalahan coba jangan hanya menganggap dia tidak bisa berbuat apa-apa,menyebalkan,tidak enak diajak ngobrol,hanya bisa membuat kesalahan.Tapi cobaa tengok dan ingat kebaikan apa yang mereka perbuat kepada kamu.

Minggu, 20 November 2011

Kesalahan.


Pernah kah anda mengalami masalah dengan orang terdekat anda? Bahkan mungkin pacar, calon suami, suami dan kerabat dekat? Dan bagaimana cara anda menyelesaikan itu semua?

Ada sedikit cerita yang bisa anda dengar dari saya,
Ini adalah sebuah cerita mengenai sepasang kekasih yang memang jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing hingga membuat mereka bertengkar. Jarangnya waktu untuk bertemu dan refreshing (entah liburan ke suatu tempat atau wisata alam atau sekedar nonton bareng dll ). Itu mungkin yang jadi kendala. Tapi paling tidak mereka selalu tetap saling menyayangi...
“WAKTU” ya.. itu mungkin sulit untuk di jalani. Semua orang memang sangat membutuhkan banyak waktu untuk bersama orang tercinta di dekat mereka selalu. Rasa lelah ,capek ,sedih, galau sekalipun jika kita berada didekat orang tercinta itu semua serasa hilang. Dan itulah gunanya jika orang tercinta selalu berada di dekat kita.
Harapan mereka adalah bisa berujung ke pelaminan meski jarang bertemu, tapi dibalik itu semua mereka mempunyai komitmen untuk selalu setia.

Kalau menurut anda , apa yang akan anda lakukan jika situasi hubungan anda seperti itu?Kalau anak muda jaman sekarang mungkin sudah mengambil keputusan untuk PUTUS dan mengakhiri hubungan yang akhirnya berujung saling memusuhi..
Menurut saya sendiri tak perlulah tergesa-gesa mengambil keputusan yang sangat sama-sama merugikan. Ambilah jalan tengahnya saling instropeksi, semua berawal dari mendengarkan , mulailah mendengarkan apa yang menjadi uneg-uneg pasangan anda. Jangan sekalipun mencoba untuk mengalihkan pandangan.

Dan sempat ada rasa prustasi saat menjalani hubungan karena memang jarang ketemu. Ketemu sekali itu pun hanya bertatap muka sambil makan malam. Kalau dirasa-rasa memang membosankan tapi mau gimana lagi waktu juga cuma longgar di menit itu. Dipaksakan pun pasti juga akan menghambat karir, menyita waktu. Tapi setidaknya kan masih saling komunikasi dan menjaga hati. Terkadang cuma komunikasi pun terasa boring juga meskipun efisien. Dan terlalu sering janji-janji hanya sekedar janji dan tak banyak yang berhasil terlaksana bahkan sering gagalnya. Dan itu yang membuat malas untuk membuat janji berikutnya,

Mencoba lebih sabar lagi? Yaa itu jawaban yang bisa membuat kita berjiwa besar dan mensyukuri segala yang ada. Menjadikan segala pengalaman lalu pelajaran untuk menjadi pribadi yang baik ke depan. :) . Sayangi pasangan anda !

Rabu, 16 November 2011

SUARA HATI #1


Banyak mungkin sebagian dari anda yang pernah merasakan sakit hati. Entah dari segi permasalahan manapun. Tapi hal itu tak menutup kemungkinan menjadikan anda semua merasa tertekan dan tidak ada gairah.
Dan saat itu pula anda memerlukan banyak sekali support yang tinggi agar anda bisa kembali tersenyum seperti sedia kala. Tentunya dukungan dari orang-orang tercinta di sisi anda.

Tapi dibalik itu semua ada tuntutan yang memaksa kita. Bisakah aku bertahan?mampukah aku mengatasi semua ini?.
Misalnya masalah kita adalah sakit hati dengan omongan-omongan orang lain bahkan keluarga sendiri yang sangat tidak bersahabat. Misalnya aku dibilang “kamu hanya anak kecil yang nggak tau apa-apa”. Dari kata-kata itu aku mencerna makna “kecil”, memangnya sekecil apa umurku untuk nggak bisa menghargai orang yang lebih tua. Mungkin jika anda dibilang anak kecil sedangkan sebenarnya umur anda sudah masuk dalam kategori dewasa. Lalu, hal lain apa yang perlu untuk diinstropeksikan?. Mungkin itu adalah pertanyaan yang perlu di renungkan.

Kawan, anggap saja kata-kata yang kurang mengenakkan itu nasehat. Nasehat yang harus bisa merubah diri kita ke arah yang lebih baik. Jangan selalu merasa benar sendiri dalam menyelesaikan masalah.Memang nggak mudah kita selalu continew berbuat baik, tapi alangkah baiknya kita memulai itu dari biji yang kecil kemudian bisa ditanam dan tumbuh.

Memang sulit ya selalu berprasangka baik kepada orang lain? Tapi yakinlah kita harus bisa untuk tali persaudaraan yang kental.

Sabtu, 12 November 2011

MASALAH adalah TANTANGAN tuk Maju !


Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang sejati.

PenCer@h hAti sobat .. ^_^


Bila benci katakan benci,,bila marah katakan marah,, spertinya dia tidak suka dengaN saya,, begitu bencinya dia sampai segitunya,,,perbedaan perilaku disekitar lingkup kita beraktifitas membuat yang tinggi semakin tinggi yang rendah semakin di lecehkan tanpa pandang bulu,,,
Setiap orang sangat perlu beradaptasi, adaptasi lingkungan , sifat, watak dan cara berkomunikasi yang baik antar sesama baik saat sedang marah, sedih ataupun saat kita merasa di bawah alam sadar kita saat tertekan maupun gembira.Tapi terkadang manusia itu sulit mengerti posisi itu dan cenderung tidak mau peduli dan menganggap itu semua tidak penting. Sepertinya jaman sekarang jarang manusia yang memiliki solidaritas yang tinggi, sulit sekali menemukan orang yang seperti itu.Yang ada manusia yang berwatak iri, dengki, tidak suka melihat orang bahagia.
orang tua dulu bilang kepada cicitnya, jangan pernah membalas perbuatan orang yang jahat kepada kita,, cukup kita balas dengan senyuman dan syukur, karena dengan begitu berarti mereka perhatian dengan kita.
Sedikit hal yang belum saya mengerti tentang perbedaan suku,adat, cara berbicara secara mendalam yang saya mengerti hanya bagaimana kita mengasihi dan menyanyangi sesama manusia dan saling membantu dengan yang membutuhkan.Tanpa mengurangi rasa hormat, entah itu orang yang lebih tua ataupun lebih muda dari kita.

Banyak hikmah yang bisa diambil dari situasi seperti ini, kita bisa lebih sabar lagi , mengembangkan pikiran kita menjadi lebih dewasa dalam menyikapi hal ini.Walaupun masih labil karena umur remaja, harus tetap menghomati yang lebih tua, dan menghargai sesama. Lebih baik diam karena menghargai daripada melawan merendahkan harga diri.